Author: Durian Pelawi

Pesta Durian Kembali Digelar di Jakarta

Durianpelawi.com – Bagi Anda pecinta si raja buah, durian, baiknya Anda kunjungi Pesta Durian di pelataran depan Mal Artha Gading, Jakarta Utara yang berlangsung dari tanggal 2 s/d 10 April 2016 mendatang.

ZHHCdJh0zQ

Dibanding festival sebelumnya, Pesta Durian ini akan lebih besar dan meriah, dengan 34 stan durian, jajanan serba durian, hingga bibit, dan buku-buku tentang durian.

“Ada beberapa tambahan durian lokal andalan daerah yang ikut dijual, seperti durian unggulan Magelang, Wonosobo, Brongkol, dan Banyuwangi,” ujar Diah Iswari selaku Ketua Penyelenggara Pesta Durian, dikutip dari kompastravel.

Pesta Durian tersebut akan menghadirkan lebih dari 20 jenis durian dari berbagai daerah, terutama durian unggul di antaranya durian Sukasari Bogor, durian Sawar Bronkol, durian Kholil Semarang, durian Tumidiarso dan Mahbijin Gunung Pati Semarang, dan durian Merah Banyuwangi tentunya.

Harga durian yang dijual tersebut sangat beragam mulai dari Rp 70.000 – Rp 80.000 per kilogram. Selain itu ada yang menjual per butir dari mulai Rp 75.000 juga, hingga yang seharga 1 jutaan sudah dikupas bersih, siap disantap.

“Melihat antusiasme masyarakat terhadap durian merah yang hanya sedikit ini, sepertinya akan kita lelang di hari-hari berikutnya,” ujar Kiki Fadhilah, bagian pemasaran Pesta Durian.

Selain menjual berbagai durian unggul, terdapat juga bazar ‘serba dari durian’ (Serdadu), yang menyuguhkan berbagai olahan durian seperti es krim, pancake, sop, jus. Yang terbaru ialah keripik biji durian dari Banjarnegara dan cendol durian dari Bandung.

Bursa tanaman dan bibit-bibit unggul durian pun tetap diadakan dalam pesta durian kali ini. Bibit tanaman yang ditampilkan lebih lengkap dari yang sebelumnya, termasuk bibit durian merah.

Dengan target pengunjung sebanyak 65.000 orang, panitia berharap acara Pesta Durian lebih meriah. Pengunjung pun tidak dikenakan biaya untuk masuk ke acara pesta durian yang berakhir pukul 20.00 WIB.

Durian Ini Dihargai Rp1 Juta per Buah

Durianpelawi.com – Ada yang menarik di perhelatan Durian Fair 2016 yang berlangsung di pelataran Blok M Square, Jakarta Selatan ini. Jika biasanya sebutir durian memiliki berat maksimal hingga 5 kilogram, varian durian satu ini bisa memiliki bobot hingga 15 kilogram.

Ya Durian Bawor namanya. Durian jenis ini berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Selain memiliki bentuk yang jumbo, daging buah durian satu ini tebal dan berwarna oranye dengan biji yang kecil dan tipis. Terbayang kan bagaimana sensasi melahap durian ‘monthong’ satu ini?

Menurut salah satu penjaga stand Durian Bawor, Aji, bobot maksimal durian jenis ini bahkan bisa mencapai 15 kilogram. Dan harga per kilogramnya dipatok sebesar Rp75 ribu. Jadi, untuk menikmati sebutir durian bawor, Anda bisa merogoh kocek hingga Rp1 juta. Wow!

Selain bobotnya yang jumbo dan dagingnya yang tebal, durian bawor juga memiliki keistimewaan lain yakni dapat dipanen tiga kali dalam setahun. Oleh karena itu, menanam durian bawor dianggap sangat menguntungkan.

“Kita juga jual bibitnya karena banyak yang nyari,” ujar Aji ketika ditemui di standnya, Minggu (28/2/2016).

Untuk satu bibit tanaman durian bawor yang masih kecil, Aji mematok harga sekitar Rp75 ribu. Diperkirakan tanaman ini bisa mulai panen empat tahun kemudian. Sedangkan yang berusia sedang, dijual seharga Rp150 ribu, dengan prediksi panen tiga tahun mendatang.

Nah bagi Anda yang tertarik mencicipi sensasi legitnya durian bawor, atau justru ingin memanennya di pekarangan Anda, Durian Fair 2016 masih akan berlangsung hingga 6 Maret mendatang.

3 Cara Menghilangkan Mabuk Durian

Durianpelawi.com – Musim durian seperti saat ini pastilah momen yang ditunggu pencinta durian, khususnya para penggemar durian lokal.

Bagi sebagian besar orang, timbul perasaan takut menyantap durian secara berlebihan karena bisa mengakibatkan “mabuk”. Adakah cara menghilangkan mabuk durian?

Buah durian memang nikmat rasanya, apalagi jika durian yang disantap mempunyai tekstur yang legit dan manis. Kurang rasanya bila hanya satu durian yang disantap. Namun, berhati-hatilah bila kebanyakan menyantap buah ini.

Bila Anda mulai merasa mabuk durian, ada beberapa tips tradisional untuk menghilangkan mabuk durian.

Berikut beberapa tips yang KompasTravel himpun dari pedagang durian di Jakarta, salah satunya di kawasan Mangga Besar:

1. Untuk menghilangkan mabuk durian, minumlah segelas air putih yang dituangkan ke kulit durian yang telah Anda makan. Hal tersebut dipercayai dapat sedikit menghilangkan rasa mual.

2. Jika masih mual, cobalah makan buah manggis. Langkah ini bisa menjadi solusi bila air putih masih tidak cukup membuat mabuk Anda hilang.

3. Apabila langkah pertama dan kedua tidak berhasil membuat Anda lepas dari mabuk durian, cobalah minum air putih yang telah diberi garam secukupnya layaknya sedang membuat oralit. Menurut sebagian pedagang durian, air garam dipercayai bisa mengusir rasa mabuk setelah menyantap durian.

Durian Pelangi Manokwari Diincar Malaysia dan Thailand

Durianpelawi.com – Durian Pelangi Manokwari yang saat ini menjadi incaran banyak pihak karena kualitas, bentuk dan rasanya mengalahkan jenis durian asal Thailand maupun Malaysia menjadi salah satu durian unggulan masa depan Indonesia.

“Ada satu unggulan durian masa depan yang mengalahkan durian Ochee dan Matahari yakni Durian Pelangi Manokwari. Daging durian ini ada semburat merah seperti pelangi, rasanya tidak terkalahkan,” kata Reza Tirtawinata, Ketua Yayasan Durian Nusantara dalam acara Festival Durian Rancamaya di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/1/2016).

Ia mengatakan, jenis durian tersebut tidak dimiliki Thailand dan Malaysia. Informasinya saat ini kedua negara itu sedang mencari di mana lokasi durian tersebut berada untuk diperbanyak di wilayahnya.

“Kita harus bertindak cepat untuk memperbanyak pembibitannya, lakukan penanaman massal supaya dapat dikomersialisasikan secara luas hingga menembus ekspor,” ujarnya.

Dia mengatakan, setiap negara memiliki durian unggulan yang laku dijual di pasaran, seperti dari Thailand, jenis durian komersial yakni Monthong dan Kan Your. Dari Malaysia, durian Musang King dan Ochee, dan dari Indonesia yakni durian Matahari.

“Persoalannya, durian Matahari ini tidak sampai di pasar karena sudah habis di kebun,” katanya.

Menurut dia, durian lokal Indonesia jumlahnya terbatas karena baru ditanam secara mandiri di perkarangan belum dalam satu hamparan perkebunan sehingga durian tersebut tidak banyak beredar di pasar modern bersama durian-durian unggulan dari Malaysia dan Thailand.

“Jika dikalkulasikan secara kasar, luas kebun durian yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 60 ribu hektare. Ini bukan dalam satu kumpulan perkebunan, tapi terpencar-pencar di kebun-kebun milik masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan pangsa pasar durian sangat luas. Hasil kajian yang dilakukannya, dari 100 orang, 52 persen suka durian, 28 persen sangat suka durian, delapan persen maniak durian, dan hanya beberapa persen yang tidak suka durian.

“Sekarang ini sudah terbentuk anggota komunitas durian di facebook yang anggotanya mencapai 14.240 lebih mulai dari Aceh sampai Papua,” katanya.

Dia mengatakan, perlu dilakukan upaya pelestarian agar keberadaan durian lokal di Indonesia dapat dipertahankan dan dikembangkan agar mampu dikomersialisasikan secara luas seperti Thailand dan Malaysia. Yang menjadi persoalan, keberadaan durian lokal Indonesia sudah sulit ditemukan karena tergerus pembangunan.

“Kontes Durian Rancamaya ini salah satu upaya untuk melestarikan durian lokal Indonesia. Durian unggul yang terpilih akan kita perbanyak anakannya, lalu bibitnya disebarluaskan ke masyarakat untuk ditanam kembali,” katanya.

Ia mengatakan, penyelenggaraan Kontes Durian ini juga dilakukan dilaksanakan di dua daerah di wilayah Jawa, rencananya dalam waktu tiga tahun setelah anakan durian unggulan yang dihasilkan melalui kontes tersebut dapat disebarluaskan dan diperbanyak, akan digelar kontes durian tingkat nasional.

“Sudah saatnya kita melestarikan durian lokal Indonesia, kalau tidak dikembangbiakkan akan terlantar dan terancam hilang,” katanya.

Kontes Durian Rancamaya ini dimenangkan oleh Durian Kempis dari Rancamaya, Kota Bogor. Untuk juara kedua yakni Durian Lengkeng dari Caringin, dan durian Si pandan dari Rancamaya.

Hadir dalam Kontes Durian tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wakil Wali Kota Usmar Hariman, Bupati Bogor, Nurhayanti, Dandrem 061/Suryakancana, Kol Inf Fulad, Dandim 0606 dan Letkol Inf M Albar.