Author: Durian Pelawi

Durian Kikim Banjiri Muara Enim

Durianpelawi.com, Medan – Tak kurang dalam sepekan terakhir, buah durian medan kikim mulai membanjiri Kota Muara Enim. Kendati belum puncaknya, saat ini para pedagang musiman mulai menjajakan buah yang disekujur kulitnya terdapat duri ini.

Hal tersebut seperti terlihat di seputaran kota Muara Enim, seperti di Jalan Sudirman, Simpang empat pos polisi pasar Muara Enim, Jl Ahmad Yani, dan jalan lintas sumatera (Jalinsum) masuk kota Muara Enim, serta Tanjung Enim.Buah durian yang ditawarkan sendiri berasal dari wilayah Kikim, Lahat.

Sementara, beberapa wilayah seperri Lintang Pendopo, Empat Lawang yang juga dikenal pemasok buah durian di Muara Enim belum terlihat lantaran buah durian masih kecil hingga belum bisa dipetik. Kondisi tersebut pula yang membuat harga durian Kikim terbilang cukup tinggi jika dibanding puncak panen buah durian.

“Saya baru mulai hari ini menjual durian. Buah durian yang saya jual berasal dari Kikim. Harganya yang buah durian ukuran kecil Rp10 ribu, yang ukuran besar Rp25 ribu,”terang Firdaus (28), penjual durian di jalan Sudirman, Selasa (29/11).

Menurut warga Lintang, Pendopo Kabupaten Empat Lawang ini, saat ini belum puncak musim durian sehingga penjual musiman masih belum ramai. “Yang sudah masak ini durian Kikim. Kalau yang durian Tebing (Empat Lawang), masih mentah. Diperkirakan pertengahan Desember baru bisa masak,”jelas Firdaus.

Sumber: http://www.sumeks.co.id/index.php/sumeks/update-terkini/24449-durian-kikim-banjiri-muara-enim

Durian Simanoreh Kuning dan Durian Motong Hanya 3 Tahun Kelihatan Hasilnya

Durianpelawi.com, Medan – Bibit pohon Durian Simanoreh Kuning dan Durian Montong yang ditanam Kelompok Tani Sumber Ladang ambalan Desa Werasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis setelah tiga tahun akan berbunga dan kemudian langsung berbuah. Sehingga hanya dalam tiga tahun ssuha bisa kelihatan hasilnya.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Kustini kepada FOKUSJabar.com, Rabu (2/11/2016).

Menurut Kustini, dengan cepatnya pertumbuhan bibit pohon durian tersebut para petani yang menanamnya akan cepat menuai hasilnya untuk kesejahteraan mereka (durian Medan).

“Harga kedua jenis durian tersebut kalau kita beli di supermarket sangat mahal, sekitar Rp125ribu perkilogramnya,” katanya.

Diejlaskan Kustini, dengan mahalnya harga kedua jenis durian itu, para petani yang menanamnya bisa mendapat keuntungan yang cukup besar.

“Dengan besarnya keuntungan dari harga durian itu para petani di sini bisa mengandalkan perekonomianya dari hasil kebunya sendiri, sehinnga mereka bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ungkapnya.

Tour De Singkarak 2016: Ada Durian Dunia Akhirat di Agam

Durianpelawi.com – Bupati Agam, Indra Catri, menuturkan, bahwa belum lengkap ke Sumatera Barat, jika wisatawan belum menginjak Kabupaten Agam.

Destinasi ini sangat cocok untuk yang menyukai wisata alam, petualangan, serta mereka yang gemar menyantap durian medan.

Dalam waktu lima tahun ke depan, wisatawan bisa menikmati Durian Dunia Akhirat yang tengah dibudidayakan di Kabupaten Agam. Pohon durian tersebut kini tengah ditanamkan melalui proses okulasi.

“Kami mengembangkan species durian baru, namanya Durian Dunia Akhirat, artinya, agar yang memakannya terbayang-terbayang terus di dunia dan akhirat. Daging durian ini nanti mirip dengan durian montong, tebal namun bijinya tetap kecil,” kata Indra Catri saat dijumpai di titik finish etape keempat Tour de Singkarak (TdS) 2016 di Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Selasa (9/8/2016).

Sejak diadakannya TdS, dari tahun ke tahun kunjungan ke Kabupaten Agam meningkat meskipun terjadi pergeseran. Danau Maninjau yang dahulu ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, diakui oleh Indra Catri, kini menurun, karena terdapat pencemaran yang diakibatkan oleh budidaya ikan.

Tercatat pernah ada sekira 18.000 buah keramba yang ditanam di Danau Maninjau sehingga kejernihan air berkurang. Pakan-pakan ikan yang tidak termakan juga memperkeruh air danau.

“Kami adakan gerakan Save Maninjau, keramba yang tadinya berjumlah 18.000 dikurangi hingga menjadi 6.000-an. Program ini kami sosialisasikan kepada masyarakat, targetnya selesai pada 2016,” lanjut Indra.

Dia juga menjelaskan beberapa destinasi wisata yang disuguhkan oleh Kabupaten Agam, seperti wisata adventure dan hiking terkait topografi Agam yang bergunung-gunung, juga wisata religi karena kabupaten ini dijuluki Negeri Seribu Pesantren.

Wow! Resto Ini Menyajikan Hidangan Serba Durian

Durianpelawi.com – Aroma kolak durian dengan kuah santan kelapa itu mengundang selera. Ditambah ketika “biji durian” sampai di lidah, cita rasa ketan yang gurih langsung terasa. “Biji durian” itu terbuat dari campuran buah durian dan beras ketan.

Bagi penggemar berat durian, Resto Durian Harum di Jalan Raya Panjang Nomor 29, perempatan Pos Pengumben, Jakarta Barat, wajib dikunjungi.Gerai yang beroperasi sejak 2007 ini memang menyajikan hidangan “serba duren”. Ada durian jenis monthong Thailand, monthong lokal, durian Medan, bibit Malaysia, kanyao, nokyb, pongmanee, dan chanee.

Kemampuan menyediakan durian sepanjang tahun itu dilakukan dengan menyimpan durian di dalam freezer. Selain buah durian, beragam jenis penganan dengan bahan dasar durian juga tersedia. Ada dodol, keripik, es krim, dan juga jus durian.

Menikmati durian di sini, sangat nyaman. Berbeda dengan di tempat lain, yang hanya menggunakan tenda, penampilan Resto Durian Harum memang dikemas serius. Tempatnya ber-AC, bersih, dan nyaman. Penampilan resto pun cukup mencolok bagi siapa pun yang melewatinya.

Daya tarik resto durian ini juga ada pada konsep pelayanan dalam memilih durian. Setiap pelanggan bisa tes rasa durian sampai benar-benar cocok dengan seleranya.

Harga yang ditawarkan mulai Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Harga ini bergantung pada jenis durian dan harga pasar.Harga penganan lain pun cukup bersahabat dengan isi kantong.